aku rindu….

Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah kenikmatan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan,

Aku rindu zaman ketika membina adalah kewajiban, bukan pilihan apalagi beban dan paksaan,

Aku rindu zaman ketika Dauroh menjadi kebiasaan bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan,

Aku rindu zaman untuk Tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan,

Aku rindu zaman ketika Tarbiyah adalah pengorbanan bukan tuntutan, hujatan dan objekan,

Aku rindu zaman ketika Nashihat menjadi kesenangan bukan su’udzhon atau menjatuhkan

Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk dakwah ini,

Aku rindu ketika nasyid Ghuroba menjadi lagu keseharian,

Aku rindu zaman hadir Liqo’ adalah kerinduan dan terlambat adalah  kelalaian,

Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi kepuncak mengisi dauroh dengan ongkos terbatas dan peta tak jelas,

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar berjalan kaki dua jam di malam buta sepulang tabligh dakwah di desa sebelah.

Aku rindu…..

 

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

scenario yang Indah…

Perjalanan episode 1

  • Berawal dari rencana Allah yang tak pernah kubayangkan sungguh indahnya, diri ini baru menyadari bahwa apa yang terjadi pada diri ini tidak lain adalah scenario yang telah ditentukannya.. ya kala itu aku mengikuti ujian kompetensi  di bidangku. Suatu ujian yang begitu berharga begitu diusahakan untuk dapat lulus karena saat tidak lulus maka entah apa yang akan terjadi pada hidupku gumamku saat itu…hingga suatu ketika berita kelulusan diganti berita kegagalan.. sungguh saat menerima itu, hati ini sedih lebih sedih dibandingkan jikalau tidak lulus stase karena puncak usaha selama ini yang dituju adalah lulus kompetensi ini. Bagaimana tidak setelah sekian lama mengarungi sebuah runtutan perjalanan akademis hasilnya tiada berarti. Butuh beberapa hari diri ini memahami arti semuanya yang terjadi kala itu. Beberapa hari telah dilalui diri ini menyadari bahwa, kegagalan yang didapat mungkin karena selama ini terlalu sibuk mencari duniawi, terlalu sibuk memikirkan  kepentingan pribadi, hingga sibuknya saat itu membina/mengisi pun tak ada waktu, aku teringat ketika murobbi ku berkali-kali menawarkan binaan yang baru dan kala itu aku jawab afwan mba kayaknya g’ bisa soalnya kendalanya di waktu dan lebih menyedihkan binaan yang telah kumiliki dari awal memasuki dunia koas dengan tujuan ya sebagai penjagaan bagiku karena kader tanpa seorang binaan tidak akan mampu terjaga karena tidak ada bahan evaluasi  bagi dirinya karena tak sedikit mutarobbi adalah cerminan bagi murobinya walaupun ada yang mampu bertahan di dunia perkoasan tanpa membina tapi sangatlah sedikit…namun hal itu hanya mampu bertahan sampai pertengahan stase dan akhirnya  terpaksa aku transfer setelah mengarungi  ¾ perjalanan koas  karena manajemen waktuku yang salah hingga tak ada waktu untuk mengisi , .. yah mungkin karena  itulah Allah memberikan tegurannya berupa kegagalan pada diriku karena kesibukan duniawi yang kucari mengalahkan kesibukan dalam mengurusi dakwah. . Astaghfirullah hal’azim, semoga Engkau memberikan ampunan kepada hamba yang  lambat laun begitu meninggalkan kepentingan dakwah ini, ucapku kala itu… Pekan demi pekan semangat itu kembali memuncah yah semangat perjuangan yang pernah timbul dikala menjadi mahasiswa. Tak masalah jikalau belum berhasil toh aku bisa kembali lagi untuk bersemangat dalam urusan dakwah ini. Bersemangat untuk kembali lagi membina, bersemangat untuk kembali lagi menasehati saudara-saudara seperjuangan, dan bersemangat kembali untuk terlibat lagi ikut terjun di dalamnya…Subhanallah,,,Itulah suatu bentuk teguran yang indah dariNya…hingga akhirnya Allah memberikan karunianya  dalam keberhasilan yang tertunda, dan saat ini alhamdulillah, segala puji hanya bagiMu Ya Rabb…bukan keberhasilan yang tertunda melainkan sebuah keberhasilan berupa kelulusan dalam ujian kali ini ditambah berkat doa dan dorongan semangat  dari sosok-sosok luar biasa walaupun hanya bertemu tiap pekan sekali namun kalian begitu berharga…_ana ukhibukifillah_

Perjalanan episode 2

Diri ini kembali lagi menyadari betapa Allah sungguh selalu akan memberikan yang terbaik bagi setiap hamba-hambanya dan scenario yang telah ditetapkan pada diri ini sangat indah jauh lebih indah dari  apapun yang telah kudapatkan selama ini. Yah saat diri ini berkesempatan untuk dapat  mengunjungi ke kota kelahiran tempat tinggal kekasih Allah, uswatunhasanah bagi manusia, Rasulullah Muhammad saw… Ya Allah segala puji hanya bagi Mu, tiada daya dan upaya kecuali tanpa izinMU…Diri ini kembali lagi mengingat kalau saja hamba lulus mungkin hamba tidak akan bisa mengunjungi kota itu, dan itulah dari sekian hikmah yang Allah telah rencanakan dibalik sebuah kegagalan. Subhanallah…. selama 7 hari dikota itu tidak henti-hentinya diri ini takjub akan kondisi di sana, sangking takjubnya sulit menjelaskan perasaan hati ini ketika di sana. Yang jelas wajarlah jika setiap orang yang pernah ke sana ingin berkali-kali kesana kembali atau bahkan menetap di sana… suatu bentuk ekspresi yang tidak berlebihan itulah kenyataannya… Sepanjang  perjalanan disana tidak ada yang luput dari ketakjuban.. bagiku tidak ada yang tidak memberikan arti, setiap hari yang dilalui selalu sirat akan hikmah..salah satunya Saat ketika memasuki RAUDOH/TAMAN SURGA subhanallah tak ternilai segalanya terlebih lagi saat melihat makam kekasih Allah,,, sang pembawa risalah hingga umatnya sampai sekarang dapat merasakan kenikmatan sebuah  iman, betapa miris rasanya hati ini saat membayangkan kecintaan Rasul kepada umatnya sedangkan umatnya tak setiap hari memberikan sholawat kepadanya, betapa miris rasanya hati ini ketika membayangkan perjuangannya dalam menegakkan islam sedangkan sebagian umatnya tak berjuang meneggakkan islam dalam dakwah ini saat ini, banyak kemirisan yang timbul di hati ini, ya nabiyallah sholawat beriringsalam selalu tercurahkan atasmu, sang kekasih Allah, sang pembawa risalah…hati ini kembali terhenyu ketika memasuki masjidil haram, tak luput dari ketakjuban dari seorang nabi Ibrahim a.s dan putranya Nabi Ismail a.s.  dan terhenyu kembali  ketika menapaki  siroh nabawi, siroh sahabat yang selama ini hanya mampu mengetahui lewat sebuah buku namun bisa melihat secara langsung jejak2nya, ,,,Subhanallah sungguh  indah karuniaMu YA Rab

Dan semoga Allah berikan kesempatan berkali-kali kepada kita agar dapat beribadah disana terlebih lagi dalam ibadah haji…

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

……Surat Cinta untuk sahabat LUAR BIASA….

Bismillah… Assalamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh…. Satu lagu ini kupersembahkan untuk sahabat-sahabat luar biasa, sahabat-sahabat penyemangat diri ketika diri ini seringkali berputus asa,,,sahabat-sahabat yang tak henti-hentinya selalu mengingatkan diri ini untuk selalu memperbaiki diri menjadi lebih baik,,,sahabat-sahabat yang pernah mengisi perjalanan hidupku selama 6 tahun dan sahabat-sahabat yang menjadi pemacu diri ini untuk berbuat lebih banyak terhadap jalan ini ….Salam ukhuwah bagi kalian semua….. Senandung ukhuwah by sigma Diawal kita bersua, mencoba untuk saling memahami. Keping-keping di hati terajut dengan indah, rasakan persaudaraan kita. Dan masa-pun silih berganti, ukhuwah dan amanah tertunaikan. Berpeluh suka dan duka, kita jalani semua semata-mata harapkan ridho-Nya. Sahabat, tibalah masanya, bersua pasti ada berpisah. Bila nanti kita jauh berpisah, jadikan rabithoh pengikatnya, jadikan do’a ekspiresi rindu. Semoga kita bersua di surga. Dan masa-pun silih berganti, ukhuwah dan amanah tertunaikan. Berpeluh suka dan duka, kita jalani semua, semata-mata harapkan ridho-Nya. Sahabat, tibalah masanya, bersua pasti ada berpisah. Bila nanti kita jauh berpisah, jadikan rabithoh pengikatnya, jadikan do’a ekspiresi rindu. Semoga kita bersua di surga. Saatnya raga ini berpisah dengan sahabat-sahabat luar biasa. Yah berpisah dalam bentuk jasadiyah namun hati akan senantiasa tertaut. Aku tak tahu bagaimana kedepannya keadaanku, apakah masih terus dalam jalan ini, atau malah menjauh akibat ketidakmampuan diri menyeleksi hal-hal yang baik ataupun yang tidak baik. Dan sebuah harapan, semoga Allah swt menguatkan diri ini untuk tetap bertahan. 6 tahun bukanlah waktu yang singkat bagiku untuk mengerti kata ukhuwah…ehm, walaupun kata itu sudah kukenal dan tak asing lagi karena sejak 2 tahun semasa sekolah kata itu selalu didengar namun ukhuwah yang sebenarnya baru aku rasakan ketika 6 tahun lamanya berada di kota perantauan… subhanallah!!!merasakan aplikasi/cerminan dari sebuah ukhuwah…Saat memasuki masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa, saat dipertemukan dengan sosok-sosok luar biasa disatukan dalam satu lingkaran cinta dengan perbedaan profesi, perbedaan latar belakang sekolah, dan perbedaan tsaqofah yang dimiliki. Namun, itulah keunikannya dengan perbedaan itu menjadi suatu kemasan yang begitu berarti. Sangat berarti bagiku, karena disanalah awal diri ini mengenal suatu aksi, terjun dalam suatu pergerakan, memahami arti kata hidup dengan berjama’ah. Masa-masa yang tidak untuk dilupakan. Saat masa-masa itu, saat kemilitansian yang dijunjung tinggi, saat berbagai agenda dilaksanakan bersama, saat susah senang-sedih dirasakan bersama, saat kekecewaanpun terhadap suatu permasalahan dirasakan bersama, dan semua itu dikemas indah dalam balutan tarbiyah… Hingga suatu ketika dipertemukan kembali dengan sosok yang baru bagi diriku. Mereka adalah sosok-sosok yang ehm..luar biasa. Tsaqofah mereka jauh lebih banyak karena mereka jauh lebih duluan terjun ke dalam pergerakan ini.. kembali lagi diri ini mengukir kata ukhuwah dengan sahabat yang juga luar biasa..hehe (afwan mba2 ku, bukan bermaksud memuji loh..hehehe)… Tak banyak yang dapat disampaikan, sebagai ungkapan sayangku terhadap sahabat-sahabat yang senantiasa mengisi hari-hariku…. Pesan terindahku buat mba2 yang tahun ini insyaallah akan memiliki jundi,, barakallah, semoga anaknya menjadi anak yang sholeh/sholeha…. buat mba-mba dan teman-teman yang tahun ini akan walimah,, barakallahu wabaroka’alaikuma wajama’a bainakuma fii khoir… dan yang belum” jangan lupa mengundang walaupun tak bersama lagi” hehehe….buat teman2 dan mba2 yang sedang bersemangatnya meniti karir, SEMANGAT!!!semoga Allah selalu memberikan kelancaran dan kemudahan dalam setiap aktivitasnya… Jazakillah khairan katsir buat sahabat-sahabat yang telah menemani hari-hariku selama 6 tahun lamanya, dan juga buat mba ema, mba eki, mba rif’ah, mba yuni (yang semuanya fbnya tak berteman, except mba yuni yang lagi g’ aktif fbnya) dan buat Murobiyah-murobiyahku tercinta (afwan sengaja tak di tag) yang tak henti- hentinya selalu memberikan wejangan dalam hidupku… Semoga Allah subhanahuwata’ala mempertemukan kita kembali dalam balutan yang lebih indah lagi, dalam semangat yang lebih menggebu lagi, dalam lingkaran yang lebih besar lagi, hingga akhirnya di jannahNya dan semoga Allah selalu menjaga dan meneguhkan kalian semua dalam setiap jenjang-jenjang kebaikan..aamiin allahumma aamiin….. Ana uhibbukunna fillah, Ukhty… ‘Afwan minni adh dho’if… nasyid terakhir kupersembahkan …. Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang… Sebiru hati kita. Bersama di sini.. Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman syurga… Seindah hati kita, walau kita kan terpisah.. Bukankah hati kita telah lama menyatu, dalam tali kisah persahabatan illahi, Pegang erat tangan kita terakhir kalinya, hapus air mata meski kita kan terpisah… Selamat jalan teman, tetaplah berjuang, semoga kita bertemu kembali… Kenang masa indah kita, sebiru hari ini… (Edcoustik, Sebiru Hari Ini) _SALAM UKHUWAH TO ALL_ Wassalamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh….

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar